-->
| More
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Pengiriman TKI ke Malaysia Masih Dihentikan

Kamis, 03 September 2009 · 1 komentar
Semarang (ANTARA) - Pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia sampai saat ini masih dihentikan, menunggu kesepakatan dua negara tentang jaminan hak dan kewajiban TKI di negeri Jiran tersebut."Kami telah menghentikan penyaluran TKI, terutama untuk sektor informal ke Malaysia sejak 26 Juni lalu," kata Kepala Balai Pelayanan, Penempatan, dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Jawa Tengah AB. Rahman di Semarang, Kamis.Menurut dia, penghentian penyaluran TKI tersebut dilakukan menyusul nasib sejumlah TKI, khususnya tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di sektor informal di Malaysia, yang sering mendapatkan perlakuan kasar dan penganiayaan."Selama ini penyaluran TKI dibedakan dalam dua sektor yaitu sektor informal dan formal, dan penghentian penyaluran TKI ke Malaysia tersebut hanya diberlakukan untuk sektor informal, yaitu para penata laksana rumah tangga (PLRT)," katanya.Sementara penyaluran TKI untuk sektor formal di negara tersebut saat ini masih tetap berjalan sebab para TKI sektor formal umumnya sudah mengerti hak dan kewajiban mereka dengan baik, dan pembagian tugasnya juga jelas."Kalau para TKI informal, biasanya berangkat dari latar belakang masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah sehingga mereka sering mendapatkan masalah karena tidak memahami hak dan kewajiban dengan baik," katanya.Ia mengakui pihaknya sering mendapatkan pengaduan dari para TKI sektor informal yang bekerja di Malaysia bahwa mereka beberapa kali mendapatkan perlakuan tidak sesuai dengan etika kemanusiaan dari majikan mereka."Para majikan di negeri Jiran tersebut sering tidak menghargai dan memenuhi hak TKI yang seharusnya didapatkan, misalnya soal gaji, dan selain itu para TKI juga mengalami penganiayaan fisik," katanya.Disinggung tentang perlakuan terhadap TKI bernama Siti Hajar yang membuat penghentian penyaluran TKI tersebut, ia mengatakan kasus Siti Hajar merupakan puncaknya, karena kasus yang menimpa TKI seperti itu sudah sering terjadi.Karena itu, kata dia, pihaknya melakukan penghentian pengiriman TKI sekaligus untuk memberikan posisi tawar bagi TKI, terutama berkaitan dengan masalah gaji. "Gaji para TKI sektor informal selama ini masih berkisar 400 ringgit per bulan," katanya.Beberapa saat sebelum penghentian pengiriman TKI, kata dia, gaji TKI sektor informal sempat mengalami kenaikan menjadi sekitar 600 ringgit per bulan, dan diharapkan gaji mereka akan mengalami kenaikan lagi.Berkaitan dengan batas waktu penghentian penyaluran TKI tersebut, ia mengaku tidak mengetahuinya. "Kemungkinan akan berlangsung lama sambil menunggu instruksi pusat berkaitan dengan kesepakatan dua negara soal jaminan nasib TKI yang bekerja di Malaysia," kata Rahman.



»»  Lanjutkan...

Ekonomi Indonesia terbesar ke-5 di dunia pada tahun 2030

· 0 komentar
Indonesia Ditargetkan Masuk Lima Besar Dunia

TEMPO Interaktif, Jakarta:Yayasan Indonesia Forum memproyeksikan Indonesia akan menjadi bagian dari lima besar kekuatan ekonomi dunia dengan pendapatan per kapita sebesar US$ 18 ribu pada 2030. Yayasan juga memproyeksikan, 30 perusahaan Indonesia akan masuk daftar Fortune 500 companies.

“Itu cita-cita maha besar," tutur Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam acara pemaparan Visi Indonesia 2030 oleh Yayasan Indonesia Forum yang diketuai pengusaha Chairul Tanjung dengan para pembina Yayasan beberapa menteri ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu, Kamis (22/3) di Istana Negara.

Presiden mengakui, kebangkitan bangsa Indonesia agak terlambat meski di abad 19, ekonomi Indonesia sudah berintegrasi dengan ekonomi kawasan dan dunia. Namun, ia yakin di abad 21 Indonesia dapat mencapai cita-citanya karena Indonesia selalu dapat mengatasi persoalan bangsa dan telah teruji dalam sejarah. “Bangsa besar adalah bangsa yang bisa mewujudkan mimpinya.”

Meski tidak bermaksud membandingkan, Presiden mengatakan, pemerintah juga telah memiliki rencana pembangunan nasional 2005-2025 yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 17 tahun 2007.

UU itu menetapkan delapan langkah pembangunan di antaranya masyarakat yang bermoral, berbudaya dan beradab, masyarakat demokratis berbasis hukum, Indoensia yang aman,damai dan bersatu, pemerataan pembangunan yang berkeadilan, Indonesia asri dan lestari.

“Kuncinya adalah komitmen pemimpin nasional dan konsistensi kesinambungan dalam pembangunan 5 tahunan serta keberfihakan yang kuat terhadap rakyat,” tutur Presiden.

Dalam presentasinya, Yayasan Indonesia Forum mengatakan bahwa Indonesia yang saat ini masuk negara berpendapatan menengah bawah (lower middle income) akan mempertahankan posisinya hingga 2015.

Namun selanjutnya Indonesia akan masuk sebagai negara berpendapatan menengah ke atas (upper middle income) dengan asumsi pertumbuhan ekonomi riil 7,62 persen per tahun, laju inflasi rata-rata 4,95 persen per tahun, pertumbuhan penduduk rata-rata 1,12 persen per tahun. Kemudian pada 2030 memiliki pendapatan per kapita US$ 18 ribu. Dengan jumlah penduduk 285 jiwa, pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia mencapai US$ 5,1 triliun dan Indonesia masuk dalam 5 besar perekonomian dunia.

Perekonomian nasional akan dimotori sektor jasa yang akan mencapai momentumnya pada 2020 dan tumbuh lebih cepat dari sektor industri. Pada 2025, kontribusi sektor jasa dalam GDP akan mengungguli sektor industri.

“Proyeksi itu bukan tanpa perhitungan. Saya melihat Presiden justru sangat yakin meski kondisi masyarakat kita kurang mendukung. Kalau bercita-cita saja
tidak berani, bagaimana mau maju,” tegas Chairul Tanjung dalam konferensi pers di samping Istana Negara



»»  Lanjutkan...

Mengapa Indonesia Lebih Berjaya daripada Malingsia : Indonesia Negara Bebas, Malaysia Negara yang Mengekang

· 2 komentar

Dalam era Mahatir United Malay National Organization (UMNO) – Barrisan Nasional mengekalkan dominasi mereka terhadap partai-partai oposisi secara licik dan keji. Dengan menggunakan undang-undang penjajahan warisan Inggris Internal Security Act, politik kroni-otoritarianisme menjadi “rapi.” Mereka menyiksa, dan membunuh, melenyapkan para pembangkang, seniman, aktivis, anggota partai lawan, ataupun tokoh oposisi.
Jika pada tahun 1987 sebanyak 106 orang ditahan tanpa pengadilan, pada tahun 2000 Anwar Ibrahim diaibkan dan dipenjarakan. Gerakan reformasi dihentikan dengan tangan besi. Sebaliknya, di Indonesia, Partai Golongan Karya yang insaf dengan masa lalu telah belajar menjadi partai modern. Di parlemen, bersama partai-partai politik lain dan komunitas madani, partai ini punya andil melegislasi undang-undang yang pro-demokrasi dan penguatan hak-hak asasi manusia.Posisi berseberangan terhadap pemerintah dianggap wajar dan pengawasan yang sehat.Perguruan tinggi di Indonesia menikmati kebebasan akademik. Mahasiswa leluasa berpolitik, berunjuk rasa, mengkritik lembaga-lembaga kekuasaan dan kehakiman dengan bahasa paling kasar sekalipun. Di Malaysia, kebebasan intelektual dibungkam. Para kandidat mahasiswa dipaksa menandatangani perjanjian untuk menghindari kegiatan politik dan bersedia dikeluarkan bila itu berlaku.Contoh lain Profesor Chandra Muzaffar, seorang aktivis, intelektual terkemuka, kehilangan jabatan di Universitas Malaya. Chandra secara terus-menerus mengkritik pemerintahan Mahatir terutama pascapenangkapan Anwar Ibrahim.“Suasana kebebasan intelektual di Jakarta jauh lebih baik daripada Kuala Lumpur,” kata Andreas Harsono, seorang wartawan lepas.Di Indonesia, pada saat-saat puncak gerakan reformasi 1998, media massa berani mengambil resiko membebaskan diri dari belenggu pemilik modal yang sebagian berafiliasi rapat dengan Keluarga Istana. Gerakan reformasi menjadi popular dan memperoleh dukungan rakyat karena media massa menyediakan ruang bagi berita unjuk rasa mahasiswa, wawancara dengan tokoh-tokoh oposisi, dan pendudukan gedung parlemen di Jakarta.Di Malaysia, kepemilikan saham media massa dikuasai oleh pemerintah, sehingga media massa mengalami kendali dan pengawasan yang ketat. Alih-alih mengkritik kebobrokan struktur di Malaysia, media massa menjadi ajang propaganda UMNO dengan melakukan strategi politik “othering.”Othering adalah strategi menegaskan jati diri dengan membingkaikan pembanding secara negatif. Rakyat Malaysia dibodohi, ditakut-takuti dengan propaganda bahwa bila reformasi ala Indonesia ditiru, kekacauan akan merebak di Malaysia. Pemerintah menyebarkan propaganda bahwa “reformasi Indonesia menciptakan kekerasan politik, memakan korban jiwa, dan menghancurkan harta benda.” Selain itu dicitrakan pula kepada etnis non-Melayu bahwa bumiputera yang berkuasa di Malaysia (UMNO) lebih beradab memperlakukan mereka ketimbang peribumi di Indonesia.Pembingkaian ini secara efektif berhasil menakut-nakuti kelas menengah puak Melayu dan etnis Tionghoa di Malaysia. Mereka tidak berani mendukung gerakan reformasi pimpinan Anwar Ibrahim terang-terangan, betapapun mereka bersimpati kepadanya.Penguasaan media yang ketat menyebabkan kebobrokan rezim penguasa takterungkap, takterdedah. Rakyat Malaysia dibius dengan keberhasilan-keberhasilan semu yang tampak indah secara kasat mata, tapi buruk di akar.Semua itu menjelaskan mengapa berita-berita tentang rasuah, korupsi oleh para pejabat negara dan kroni-kroni Perdana Menteri Mahatir Muhammad serta keluarga takterungkap. Begitu juga kebengisan polis Diraja Malaysia. Rezim penguasa melalui media massa secara cerdik membius rakyat dengan mempropagandakan keberhasilan pembangunan negeri.Mungkin hanya mantan Deputi Perdana Menteri Anwar Ibrahim yang sanggup gelisah menyaksikan kecurangan, pembodohan terhadap rakyat oleh penguasa. Proyek-proyek mega, dikerjakan tanpa tender, tidak terbuka, dan sekadar menguntungkan kroni dan keluarga Mahatir.Moralitasnya sampai pada titik taksanggup lagi membenarkan perampokan harta rakyat di depan mata oleh kroni dan keluarga Perdana Menteri Mahatir. Maka, dia tidak punya pilihan. Alih-alih menandatangani persetujuan dua juta dollar Amerika Serikat harta rakyat untuk anak perdana menteri, “Saya bersedia dipenjarakan dan difitnah,” katanya (Metro TV, 18 Oktober 2007 pukul 22.00).Pada tanggal 20 September 2000 Anwar ditangkap. Matanya ditutup. Lantas, Kepala Polis Diraja Malaysia memukulinya sampai pingsan. Padahal, dia mantan pejabat tinggi.Orang waras, takkan berlaku seperti itu, ujar Anwar. Menurutnya, ini pertanda bahwa sistem di Malaysia sudah begitu rusak. “Jika pemimpin dibegitukan, apatah lagi rakyat jelata?” katanya. “Kita berhadapan dengan manusia separuh siluman.”Sistem yang bobrok dan korup ini yang menyebabkan warga Indonesia dihinakan oleh Polis Diraja Malaysia berulang kali. “Padahal pada tahun 1970-an, Malaysia merayu Indonesia mengirimkan para guru, dosen, dan pekerja mahir membangun infrastruktur negara seperti bandara,” kata Anwar. Perlakuan yang menempatkan warga Indonesia sebagai hamba, tambahnya, “Bukan cara manusia beradab.”Pergantian kepemimpinan dari Mahatir Muhammad ke Ahmad Badawi tidak memberikan perbedaan penting. “Sistem sama bobrok,” ujarnya. “Ekonomi dipentingkan, tapi hak asasi manusia diketepikan. Angka-angka itu boleh memukau, tapi tidak secara kongkrit memberikan dampak kepada rakyat,” tambahnya.Kemapanan Malaysia, tambah Anwar, tidak boleh diukur dalam masa singkat. Dari sudut jangka menengah, Malaysia di bawah Badawi saat ini tertinggal, kata Anwar. “Ekonomi jauh mersosot, indeks korupsi turun lebih parah. ”


»»  Lanjutkan...

APABILA MELAYU MALINGSIAL DIGELAR BABIPUTRA…

· 0 komentar
Apakahkeyboard, handphone atau apa juga alatan eletronik dan perhubunganmoden di negara ini membenarkan penulisan, komen atau juga pendapatmelalui blog, facebook dan sebagainya bersifat perkauman melampau?

Apakah orang Melayu harus 'bersabar' selama-lamanya walaupun digelarkan dengan pelbagai gelaran menyakitkan seperti Babiputra..

Peralatansekarang – jelas membenarkan penulisan yang tidak meletakkan namasebenar dan berselindung menghalalkan gelaran yang menyakitkan kepadaorang Melayu.

Memangakan ada kata-kata umpamanya "itu sengaja ditulis " untukmelaga-lagakan tetapi hakikatnya siapa dan apa cara pun, orang Melayukini benar-benar 'dipijak-pijak' dan 'dihina'.

Ke manakah 1Malaysia jika ulasan, tuduhan dan komen-komen liar dibenarkan?

Baca dan teliti satu komen melalui sebuah blog seperti berikut:

"aston Said:
show details 17:33 (4 hours ago)
aston has left a new comment on your post "BUKAN MELAYU SEMAKIN BERANI: Membuat Pelbagai Pert...":


Ask all malay pig go back to Indonesia!

The malay pig make Malaysia become rubbish country. Without malay pig in Malaysia - Malaysia country will become same as Singapore or Taiwan.

Where malay pig came from? Indonesia? Arab? Africa? What happened to our Orang Asli? They are the original settlers here, they should be the true real bumiputras. Not the babiputras we have here.

Whatis wrong with the babiputras? Highest crime rates, highest divorcerates, highest number of criminals, highest number of drug users,highest number of rapists.


A genetically flawed race (babiputras) cannot be fixed by politically.

What have we got now?

Brain drain,economic disparity getting wider, poor education system, racialsegregation, widespread corruption, inefficiency and uncompetitive onthe government departments and others.


Sad.Sad. Sad. The question asked by many of my fellow Chinese is this - Whycan't you just tell the malay pig to adopt Chinese culture which issuperior?

Itmakes no difference whether I am a Chinese, Indian or for that matter,anyone else, even a Mat Salleh. I am speaking as a human being to amalay pig like you.


Ifyou malay pig don't like the non-malays here, then go back to Sumatra,Jawa, or wherever your ancestors came from, and give this land back toits rightful master, the Orang Asli.

If Malaysia is to divide into two countries with malay pig taking the east, and the west to the Chinese and the Indians - watch that the malay pig starting to migrate to the west illegally for a better future.

It is no wonder Singapore is a country which is 50 years ahead of Malaysia..

Youknow something - once outside the perimeters of Malaysia, these malaypig are so small in value even a dog has more value than them!


Everythingin Malaysia is a joke when it comes to the malay pig. They are laughedat by everyone in this world for being incompetent, lazy, uselessmorons.

From research, this peninsular was part of the Siamese empire way before these malay pig from Indonesia invaded it.


Still so thick skin, don't want to go back to Indonesia."

Menurut blog Parpukari, ini satu komen paling celaka yang aku suspek ada seorang kaum pendatang yang tulis.

Kenapalah dia sanggup menghina bangsa kita sesedap dia mengetuk papan keyboard-nya?

Aku nak tanya pada semua MELAYU? Apa perasaan kamu semua apabila dihina sehina ini?

Bagaimanaperasaan Perdana Menteri kita melihat kaum yang tidak bersyukur itusudah memijak kepala kita dan tidak menghargai segala pengorbanan kita?

Jawablah sendiri.. Buatlah tindakan sewajarnya dan ketengahkanlah segera ancaman ini.




»»  Lanjutkan...

Sori Pak Cik...Kiriman Dosen ke Negerimu Kami Stop!

· 0 komentar
Maaf Pak Cik .... Keputusan ini tidak ada kaitannya dengan sentimen negatif Indonesia-Malaysia yang timbul akhir-akhir ini, tapi semata-mata berdasarkan evaluasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas Indonesia yang menyebutkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia masih lebih baik daripada Malaysia ...


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, menghentikan pengiriman dosen untuk kuliah di Malaysia. Keputusan ini diambil karena kualitas pendidikan tinggi di Malaysia dinilai tidak lebih baik dari perguruan tinggi di Indonesia.

Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, Kasiyarno menyatakan, pengambilan keputusan ini tidak ada kaitannya dengan sentimen negatif Indonesia-Malaysia yang timbul akhir-akhir ini.

”Keputusan kami ambil semata-mata berdasarkan evaluasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang menyebutkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia masih lebih baik daripada Malaysia,” tuturnya di Yogyakarta, Rabu (2/8).

Menurut Kasiyarno, keputusan ini berlaku mulai tahun ajaran 2009/2010 ini. UAD tidak lagi memberi ataupun menerima tawaran beasiswa dosen dari perguruan tinggi di Malaysia. Pendidikan dosen UAD selanjutnya akan dialihkan ke perguruan tinggi di Jepang, Australia, ataupun Eropa, serta sejumlah perguruan tinggi papan atas di Indonesia, di antaranya Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, atau Universitas Diponegoro.

Selain itu, UAD juga berupaya meningkatkan kerja sama dengan perguruan tinggi dari negara lain, salah satunya dari China. Tahun ini Fakultas Bahasa dan Sastra UAD menerima 42 mahasiswa asal China dalam Program Sandwich yang rencananya berlangsung hingga lima tahun.

Pembajakan Ide

Sejauh ini Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah V DI Yogyakarta belum menerima rekomendasi untuk menghentikan pengiriman dosen berkuliah di Malaysia.

”Namun, memang ada sejumlah laporan tentang kurangnya kualitas perguruan tinggi di Malaysia,” ujar Koordinator Kopertis Wilayah V DI Yogyakarta Budi Santosa Wignyosukarto.

Laporan tersebut di antaranya menyebutkan penyelenggaraan kelas jauh dan sejumlah dosen penerima beasiswa yang dimanfaatkan untuk mengajar di jenjang S-1 ataupun sebagai peneliti. Selain itu, ada pula kekhawatiran terjadinya pembajakan ide mahasiswa Indonesia.

Menurut Budi, kekhawatiran ini timbul dari banyaknya jurnal ilmiah internasional karya warga negara Indonesia, tetapi atas nama universitas Malaysia. ”Ini bisa merugikan. Ide penelitian mungkin dari pembelajarannya di Indonesia, tetapi yang mendapat nama internasional universitas di Malaysia itu,” ujarnya.

Source: KOMPAS
»»  Lanjutkan...

(PBB-New York) Malaysia Barat ditetapkan sebagai wilayah Indonesia

Rabu, 29 Juli 2009 · 0 komentar
Demikian keputusan PBB yang akan disahkan. Karena wilayahnya yang sejarahnya hanya bentukan Inggris, maka ditetapkan bahwa Malaysia Barat yang berada di pulau Kaliamntan ditetapkan sebagai wilayah Indonesia. Dan selanjutnya disusul oleh Malaysia Timur (Seemenanjung Malaka).
Berikut gambar peta terbaru yang akan dirilis.


http://img134.imageshack.us/img134/1088/nusantara.jpg


Sumbernya ane gak tau...dapet dari Forum Indonesia....
Wakkkk.....Malon Panas....

»»  Lanjutkan...

TOP University South East Asia - 2009

· 0 komentar
Berikut daftar Top Univerity Of Asia

CONTINENT RANK
UNIVERSITY
COUNTRY
WORLD RANK










































































































Sumber : http://www.carikampus.com/index.php?action=univ.topUniv&id_top=9

Malingsialan...Jauh ma Kita Indonesia...
»»  Lanjutkan...

Recent Post

Komen Maloners

..:: Malingsia.com ::..

Malaycelaka.blogpost.com

Pengganyang malingsial

Visitor & Location

IP free counters

Social

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Bookmark and Share
Politics blogs & blog posts Politics blogs & blog posts